Kades Membantah Aksi Tudingan Terkait Oknum Kadus Pungli BST
Cari Berita

Advertisement

Kades Membantah Aksi Tudingan Terkait Oknum Kadus Pungli BST

Senin, 15 Juni 2020


PORTALNTB.TOP, | BIMA--Puluhan pemuda Desa Rato Kecamatan Bolo,  Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat,  menggelar aksi demo didepan halaman kantor desa rato Senin tanggal 15 juni 2020.

Aksi yang menamakan Aliansi Pemuda Rato Peduli Rakyat (APRPR) tersebut, berlangsung sekitar pukul 08:00 wita, dengan mendapat pengawalan ketat oleh satuan petugas gabungan Kepolisian, TNI, maupun satuan Pol PP  wilayah kecamatan terkait.

Dalam Orasi tersebut menuding pemerintah desa rato gagal menjalankan program penanganan covid 19 tahun 2019 /2020.

Dikatakan mereka (para aksi), bahwa Undang Undang Desa Nomor 6 tahun 2014 telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui alokasi anggaran pemerintah pusat setiap tahun berkisar Rp800.000 000 hingga sampai melebihi dari 1,5 Milyar. 

Selain itu, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Daerah juga ikut memberikan bantuan untuk seluruh masyarakat yang terdampak virus corona yakni, PKH, Non PKH, JPS Gemilang, Bima Ramah, Bantu an Social Tunai (BST), serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai bentuk pemerataan agar tidak terjadi unsur kecemburuan sosial. 

Meski demikian, masih saja ada oknum perangkat desa yang diduga melakukan pungutan liar alias pungli terhadap para kelompok penerima manfaat (PKPM). 

" Ini kejadian luar biasa yang kami temukan di Kantor Post, dimana salah satu oknum Kadus menarik uang BST kepada penerima manfaat dengan dalil uang biaya pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dengan nilai penarikan ada yang Rp 50.000, hingga 100.000 per KK. Dan itupun diakui oleh oknum kadus bahwa pemberian tersebut sebagai bentuk  ucapan terima kasih, " ungkap oknum kadus kepada Muamar Ilyas SH saat dilakukan klasifikasih terkait pungli BST.

Terkait hal itu, sejumlah awak Media yang menemui Kepala Desa Rato Junaidin alias Jofan Saat di ruang kerjanya,  membantah  keras adanya oknum bawahannya melakukan pungli.

" Tidak ada bawahan saya melakukan pungli BST dengan dalil untuk pembayaran Pajak Bumi Bangunan. Saya udah tanya langsung kepada oknum kadus bersangkutan. Dan ini hanya ingin menjatuhkan popularitas pemerintah desa rato diera kepemimpinan saya, " ujar Jofan.

Aksi yang sempat memanas lantaran pihak Kepala Desa Rato menemui para aksi, sejumlah kendaraan yang melintasi lokasi terkait sedikit terhambat. Petugas gabungan yang dikerahkan dilokasi berusaha untuk menenangkan para pendemo sehingga aksipun berjalan damai hingga akhir waktu yang ditentukan. (***).